Search This Blog

Tuesday, February 21, 2012

Korsel Latihan Perang, Korut Meradang

[imagetag]

Militer Korsel latihan perang di Laut Kuning (REUTERS/Bae Jung-hyun/Yonhap)

VIVAnews - Militer Korea Selatan melakukan latihan perang menggunakan peluru tajam di dekat perbatasan dengan Korea Utara. Pemerintah Korut menganggap ini sebagai provokasi dan akan melakukan tindakan tegas.

Seperti diberitakan CNN, latihan perang Korsel dilakukan di sekitar Laut Kuning pada Senin, 20 Februari 2012. Dalam latihan, militer Korsel menembakkan mortir menggunakan howitzers dan melakukan latihan penyerangan dengan helikopter.

Selama 1 jam latihan berlangsung, sebanyak 1.000 orang penduduk di pulau terdekat, salah satunya pulau Yeonpyeong diungsikan ke tempat aman. Tahun lalu, pulau ini menjadi sasaran tembakan Korut yang menewaskan empat orang.

Menanggapi latihan perang Korsel, Korut bereaksi keras. Melalui kantor berita KCNA, pemerintah Korut mengatakan bahwa Korsel mencoba melakukan provokasi. Korut menegaskan, mereka akan membalas jika ada serangan yang memasuki wilayah mereka.

"Permainan mereka dengan senjata api sangat berbahaya, yang kan memicu perang terhadap Korut, padahal kami menentangnya," kata pemerintah Korut yang juga dikutip oleh buletin Komite Reunifikasi Damai Korea.

Komite ini mengatakan bahwa Korut tidak main-main. Negara komunis tersebut siap untuk perang total dan latihan Korsel akan merusak hubungan antara kedua Korea. Sebelumnya pada 2010, baku tembak kedua negara terjadi setelah Korsel melakukan latihan perang yang dibalas oleh tembakan Korut.

Namun, pengamat menyangsikan ancaman Korut itu akan benar-benar dilaksanakan. Profesor di Universitas Korea, Yoo Ho-yeol, mengatakan bahwa yang  terpenting bagi Korut saat ini adalah menciptakan stabilitas dalam negeri, di tengah masa transisi kepemimpinan dari mendiang Kim Jong-il kepada putranya Kim Jong-un. (sj)

• VIVAnews

20 Feb, 2012

co-ademin 20 Feb, 2012


-
Source: http://situs-berita-terkini.blogspot.com/2012/02/korsel-latihan-perang-korut-meradang.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

No comments: